ANALISIS SEMIOTIKA DALAM TEKS AL-BARZANJI

Mirnawati Mirnawati

Abstract


Penelitian ini membahas simbol mitologi yang terdapat dalam sebuah karya sastra teks al-Barzanji. Simbol mitologi dalam karya sastra ini dianalisis dengan menggunakan teori anlisis semiotika Roland Barthes. Jenis penelitian ini adalah penelitian library research dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan linguistik dan semiotika. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah memilih dari beberapa pasal dalam barzanji kemudian memilah dan menganalisis leksia per leksia. Melalui pendekatan pembacaan semiotik Roland Barthes, bisa katakan bahwa Abu Ja’far Al-Barzanji menulis karya sastra ini tidak sekedar mengungkapkan kekagumannya terhadap Rasulullah saja saw., tapi juga mengisahkan secara tersirat budaya-budaya bangsa Arab khususnya di wilayah Makkah dan Negeri Syam. Simbol mitologi pada 5 pasal yang dikaji masih mengalami eksistensi hingga saat ini, meliputi: hakikat status yatim, Bani Najjar, juru kunci Ka’bah atau Bani Syaibah, usia Rasulullah saw. menginjak 4 tahun, Umur saat pernikahan Rasulullah saw., Umur ketika Nabi saw. diangkat menjadi Rasul Allah, simbol mitologi mimpi, serta Mahallul Qiyam disetiap pembacaan al-barzanji khusunya pada pasal 4, hingga saat ini masih tetap berlaku. Dan juga kata Atthir di setiap awal pasalnya, pada dasarnya kata ini termasuk kinayah yang bisa bermakna asli dan bisa juga tidak, namun jika dijabarkan bahwa keharuman bau harum yang disandarkan kepada Nabi saw. dalam bentuk rahmat.

Keywords


Semiotika; Roland Barthes; al-barzanji

Full Text:

PDF

References


al-Maliki, Muhammad Fuad bin Kamaludin. Amalan Barzanji Menurut Perspektif Islam. Cet. I; Johor Bahru: Sekretariat Menangani Isu-Isu Akidah Dan Syariah, Majlis Agama Islam Negeri Johor. Pusat Islam Iskandar Johor, 2008.

Dahlan, Abdul Aziz. Ensiklopedi Hukum Islam JIlid I. Cet. I; Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996.

Endraswara, Suwardi. Metodologi Penelitian sastra Epistiemologi Model Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.Cet Ke-2. 2003

Fattah, Munawir Abdul. Tradisi Orang-Orang NU . Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2008.

Lechte, John. 50 Filsuf Kontemporer Dari Strukturalisme sampai Postmodernitas.Yogyakarta: Pustaka Kanisius, 2001.

Muhyiddin, Abdusshomad. Fiqih Tradisional, Jawaban Pelbagai Persoalan Keagamaan Sehari-hari. Cet. VI; Malang: Pustaka Bayan, 2004.

Noth, W. Handbock of Semiotics. Bloomintong: Indiana University Press, 1990.

Nurgiyantoro, Burhan. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2015.

Paliang, Yasraf Amir. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Bandung: Jalasutra, 2003.

Pradopo, Racmad Djoko. Kritik Sastra Modern. Yogyakarta: Gama Media. 2002.

Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB, Kumpulan Tanya Jawab Islam. Yogyakarta, Piss-Ktb, 2013.

Ratih, Rina Teori dan Aplikasi Semiotik Michael Riffaterre. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2017.

Rusmana,Dadan. Filsafat Semiotika. Cet.I; CV Pustaka Setia, 2014.

Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004.

Taufiq, Wildan. Semiotika untuk Kajian Sastra dan Al-Qur’an . Cet.I; Bandung: Yrama Widya, 2016.

Teeuw. A. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.1988.

Wargadinata, Wildana. Spiritual Shalawat: Kajian Sosio-Sastra Nabi Muhammad SAW. Malang: UIN-Malik Press, 2008.

Zuhri, Moh. Almauidun Nabawi Barzanji Disertai Nama-Nama Untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan. Semarang:PT.Karya Toha Putra, 1992.


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy.8.1.31-52.2019

Article metrics

Abstract views : 20 | views : 20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Mirnawati Mirnawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats