Semiotika Puisi “Unsyu̅datu Al-Amwa̅t” Karya Na̅zik Al-Mala̅ikah

Fina Nur Fadhilah, Yusroh - Wahab, S.S., M.Ag

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna heuristik dan hermeneutik pada puisi “Unsyūdatu al-Amwāt” dan untuk mengungkapkan pandangan Nāzīk al-Malāikah tentang kematian pada puisinya “Unsyūdatu al-Amwāt”. Penelitian ini menggunakan teori semiotik Riffaterre meliputi pembacaan heuristik dan hermeneutik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Adapun hasil penelitian: 1) Pembacaan heuristik puisi ini mengungkapkan kondisi rakyat Irak yang diwakili oleh penyair atas kematian yang merajalela dan segala yang terjadi di wilayahnya  sekaligus mengandung kritikan terhadap para penguasanya dan mengandung pesan untuk mereka dan rakyat Irak. 2) Pembacaan hermeneutik puisi ini menceritakan tentang tanda-tanda menjelang kematian, gambaran ketika kematian itu menghampiri seseorang, orang-orang yang siap menghadapinya, menggambarkan penderitaan rakyat dan kondisi negaranya yang tidak aman, dendam rakyat terhadap penjajah serta penguasa dzalim di negaranya, rakyat yang bermimpi untuk kembali hidup bahagia, dan orang-orang yang tertawa di atas penderitaan yang dialaminya. 3) Pada puisi ini, Nāzīk mengungkapkan bahwa kematian menurutnya adalah terpisahnya ruh dari jasad manusia yakni meninggal dunia sehingga kematian bukanlah hal yang mengerikan dan menakutkan. Kematian tersebut merupakan suatu ketetapan yang harus dihadapi siapapun dan tidak dapat diketahui waktu kedatangannya. Kematian juga merupakan hilangnya rasa kepedulian atau jiwa kemanusiaan pada hati manusia sehingga seseorang yang mengalami kematian seperti ini berarti hatinya keras atau hatinya mati.

 

 


Keywords


Semiotik, Unsyūdatu al-Amwāt, Nāzīk al-Malāikah

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah, Rahmad Novianto. “Analisis Semiotika Riffaterre Pada Haiku Musim Panas Dalam Buku Oku No Hosomichi Karya Matsuo Basho.” Suar Betang 12, no. 2 (2018): 174.

Bunyamin, Bachrum. Al-Adab Al-‘Arabi Al-Mu’ashir. Yogyakarta, 2019.

Damm, Muhammad. Kematian:Sebuah Risalah tentang Eksistensi dan Ketiadaan,. Depok: Kepik, 2011.

Herdina, Mega. “Konsep Komaruddin Hidayat tentang Terapi ketakutan Terhadap Kematian.” Studi Insania 1, no. 2 (2013): 120.

Lubis, Ali Asrun. “Isim-isim Yang Dijarkan dan Sebab-sebabnya.” Jurnal Bahasa Lingua Scientia 5, no. 1 (t.t.): 87.

Malāikah, Nāzīk al-. Di̅wan Nāzik Al-Malāikah Al-Mujallidu al-Awwalu. Beirut: Da̅r al-‘Audah, 1997.

Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Kedua. Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.

Pradopo. “Semiotika: Teori, Metode, dan Penerapannya dalam Pemaknaan Sastra.” Jurnal Humaniora 11, no. 1 (1999): 77.

Ramadhani, Sahara. “Interjeksi dalam Bahasa Arab.” LISANIA: Journal of Arabic Education and Literature 2, no. 1 (2018): 1–18.

Sudjiman, Panuti, dan Zoest Aart Van. Serba-serbi Semiotika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1991.

Tanpa Nama. “Kamus Arab-Indonesia Al-Ma’any.” Diakses 4 Januari 2020. http://apps/معجم-المعاني-عربي-إندونيسي/com.almaany.arid.

Wadud, Abdul. “Nazik Al-Malaika: The Pioneer of Free Verse in Arabic Poetry.” IJRESM (International Journal of Research in Engineering and Management) 2, no. 8 (2019): 11.

Warsiman. Pengantar dan Pembelajaran Sastra: Sajian dan Kajian Hasil Riset. Malang: UB Press, 2017.


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy.9.1.101-122.2020

Article metrics

Abstract views : 26 | views : 6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Fina Nur Fadhilah, Yusroh - Wahab, S.S., M.Ag

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats