Cerpen ‘Ahdu asy-Syaithān Karya Taufiq Al-Hakim Analisis Semiotika Naratif A.J. Greimas

Muhammad Qozwaeni

Abstract


Penelitian ini bertujuan menganalisis cerpen ‘Ahdu as-Syaithan karya Taufiq al-Hakim dengan menggunakan metodologi semiotika naratif A.J. Greimas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berdasarkan pendekatan objektif, guna menyingkap struktur  narasi dalam cerpen, baik itu struktur lahir maupun batin, melalui segmen-segmen cerita dan aktan-aktan yang ada di dalamnya. Adapun sinopsis cerpen tersebut dapat dipahami melalui hasil analisis penelitian ini sdebagaimana berikut; penelitian ini mengungkapkan struktur cerpen yang dibagi dalam tiga segmen, segmen pertama mengandung tema ‘kontrak Faustus dengan Syaithan’, kemudian segmen yang kedua mengandung tema ‘Aku menjalin kontrak dengan Syaithan’ lalu segmen yang ketiga dengan tema ‘penyesalan tokoh Aku’. Berikutnya peneliti mengungkapkan aktan utama berdasarkan aktan-aktan yang ditemukan dari tiga segmen tersebut, yaitu: sender utama dalam cerita, pembawa nilai teks adalah; ‘Kecenderungan psikis tokoh terhadap hasaratnya’, kemudian receiver utama adalah tokoh ‘Aku’ pembawa ideologi teks yang mengejar object yaitu ‘kesadaran nilai berharga dari kehidupan’, lalu proses menuju itu dihalangi oleh opposant yaitu ‘Syaithan dan hasrat diri’ pelaku atau subject yaitu tokoh ‘aku’ sedangkan helper yang membantu menuju kesadaran tersebut adalah ‘waktu’. berdasarkan analisis tersebut, peneliti menemukan struktur lahir dan batin yang dinarasikan oleh pengarang dalam teks; Struktur lahirnya menarasikan tokoh ‘Aku’ yang sedang mengalami kencenderungan psikis yang kuat terhadap hasratnya yaitu kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, hal itu pada akhirnya membawa dia pada kesadaran nilai yang lebih berharga dalam kehidupan, selain menuruti hasratnya tersebut, bersama dengan Syaithan yang telah membantunya meraih apa yang diinginkan sekaligus menjadi penghalang menuju kesadaran tersebut, dengan menghasutnya sehingga tenggelam dalam hasrat diri sang tokoh utama. Adapun di akhir narasi, ‘waktu’ datang sebagai helper yang kemudian menyadarkannya. Sedangkan struktur batin cerita sesuai dengan konsep Greimas Semiotic Square, yakni berputar pada; optimis : pesimis :: tidak optimis :: tidak pesimis, dengan kalimat yang lebih sederhana, kompleksitas karakter yang digambarkan oleh tokoh-tokoh dalam cerita dinarasikan kembali berdasarkan  konsep semiotic square atau oposisi segi empat milik Greimas. Dengan demikian narasi struktur dalam teks dapat dipahami lebih mudah dan gamblang.


Keywords


Semiotika, Semiotika naratif Greimas, Cerpen ‘Ahdu as-Syaithān, Taufiq al-Hakim

Full Text:

PDF
DOI: http://dx.doi.org/10.31314/ajamiy.9.1.69-88.2020

Article metrics

Abstract views : 11 | views : 12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Muhammad Qozwaeni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats