PEMETAAN CADANGAN KARBON MENGGUNAKAN CITRA RESOLUSI TINGGI UNTUK PENGELOLAAN TAHURA WAN ABDUL RACHMAN LAMPUNG (Carbon Stock Mapping Using High Resolution Image For Management Of Tahura Wan Abdul Rachman Lampung)

Nirmawana Simarmata, Yuni Lisafitri, Dudung Muhally Hakim

Abstract


Konversi lahan merupakan ancaman yang serius untuk kawasan TAHURA Wan Abdul Rachman dan berdasarkan peta citra landsat tahun 2010, kerusakan TAHURA mencapai 72%. Berdasarkan hasil perhitungan biofisik yang memungkinkanuntuk melakukan penilaian jasa pelayanan ekosistem terhadap hutan di kawasan TAHURA yang akan digunakan dalam pembangunan kawasan tersebut. Jasa pelayanan ekosistem hutan dapat dihitung melalui besaran biomassa dan serapan karbon yang hilang pada hutan tersebut. Estimasi kandungan biomassa dan karbon dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh, melalui analisis regresi dari nilai NDVI Citra SPOT 6/7 yang dapat dikorelasikan dengan biomassa aktual. Distribusi biomassa di atas permukaan terdiri atas dua model yaitu peta model 1 dan model 2 yang diklasifikasikan menjadi 5 kelas kerapatan biomassa yakni kelas biomassa 1 model 1 berkisar antara -2,03 – 763,72 ton/ha, kelas 2 antara 763.72 – 1.658,09 ton/ha, kelas 3 antara 1.658,09 – 2.431,60 ton/ha, kelas 4 antara 2.431,60 – 2.963,38 ton/ha dan kelas 5 antara 2.963,38 – 3857,75. Kerapatan biomassa model 2, kelas 1 antara -1,242 - -7,71 ton/ha, kelas 2 antara -7,71 – 352,02 ton/ha, kelas 3 antara 353,02 – 663,14 ton/ha, kelas 4 antara 663,14 – 877,04 ton/ha, dan kelas 5 antara 877,04 – 1.236,77 ton/ha. Berdasarkan hasil estimasi Stok karbon model 1 memiliki nilai maksimum yaitu 616,36. Sementara stok karbon model 2 terdapat sekitar 964,435 ton/ha.

References


Jurnal

Arif, Anggraeni. 2016. Degradasi dan deforestasi hutan disebabkan oleh pengelolaan hutan yang tidak efektif. Jurisprudentie | Volume 3 Nomor 1 Juni 2016.

Hairiah K, Ekadinata A, Sari RR, Rahayu S. 2011. Pengukuran Cadangan Karbon: dari tingkat lahan ke bentang lahan. Petunjuk praktis. Edisi kedua. Bogor, World Agroforestry Centre, ICRAF SEA Regional Office, University of Brawijaya (UB), Malang, Indonesia xx p.

Krisnawati, H. Adinugroho, W.C. Imanuddin R. dan Hutabarat. S. 2014. Pendugaan Biomassa Hutan untuk Perhitungan Emisi CO2 di Kalimantan Tengah. Buku. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.

Lukito M, Rohmatiah A. 2013. Estimasi biomassa dan karbon tanaman jati umur 5 tahun (Kasus Kawasan Hutan Tanaman Jati Unggul Nusantara (JUN) Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan). Agritek. 14(1):1–23.

Buku

Brown S. 1997. Estimating Biomass and Biomass Change of Tropical Forest, A Primer. Rome : FAO Forestry Paper 134, FAO.

Danoedoro, P. 2012. Pengantar Penginderaan Jauh Digital, Yogyakarta: Andi Offset.

Fatoyinbo, Temilola. 2012. Remote Sensing of Biomass Principles and Applications, Croatia: Intech.

Simon, Hasanu. 2007. Metode Inventore Hutan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rusolono T., Tatang T., dan Judin P. 2015. Analisis Survey Cadangan Karbon dan Keanekaragaman Hayati di Sumatera Selatan (Panduan survei cadangan karbon dan keanekaragaman hayati di Sumatera Selatan).Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan. German International Cooperation (GIZ).

Sutaryo, D. 2009. Penghitungan Biomassa Sebuah pengantar untuk studi karbon dan perdagangan karbon.Wetlands International Indonesia Programme. Bogor.

UPTD Tahura WAR. 2009. Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Bandar Lampung.

Informasi Internet

Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim. REDD+ Indonesia : Peran Stakeholders Dalam Menjawab Tantangan Deforestasi dan Pembangunan http://ditjenppi.menlhk.go.id diakses tahun 2 Januari 2018.

Undang – Undang

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/jsig.v2i1.227

Article metrics

Abstract views : 129 | views : 61

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Informasi Geografi



Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional. ISSN (online): 2614-1671

 

Indexing Site :

 

Web
Analytics JSIG StatCounter