Penggunaan Kulit Pisang Goroho Fermentasi Terhadap Performa Ayam Kampung Super Fase Finisher

 Abd Rahman Husin, Sri Suryaningsih Djunu, Syaruddin Syahruddin

Abstract


The purpose of this study was to determine the performance of super village chickens in the finisher phase fed with fermented goroho banana peel flour. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications so that there were 25 experimental units. The chickens used in this study were 125 super village chickens in the finisher phase aged 4-8 weeks. Each experimental unit used 5 chickens. The experimental rations consisted of P0 without fermented goroho banana peel, P1 using 5% fermented goroho banana peel, P2 using 10% fermented goroho banana peel, P3 using 15% fermented goroho banana peel and P4 using 20% fermented goroho banana peel. The variables observed in this study were feed consumption, body weight gain and feed conversion. The results showed that the consumption of chicken rations for the P4 treatment was significantly (P<0.05) higher than the P1, P2 and P3 treatments and P0 (control) with an average ration consumption of each treatment (P0 28.68), (P1 26.99), (P2 28.35), (P3 28.79) and (P4 31.88) g/head/day. The weight gain of the P4 treatment was significantly (P<0.05) higher than the P1, P2 and P3 treatments and P0. The average PBB of each treatment (P0 6.94), (P1 7.40), (P2 7.53), (P3 7.91) and (P4 7.96) g/head/day. The treatments were not significantly different (P>0.05) in terms of the conversion of the super kampung chicken ration in the finisher phase with values between 3.64 – 4.13. The use of 20% fermented goroho banana peel increased ration consumption and body weight gain of super kampung chicken in the finisher phase. Ration consumption was 31.88 g/head/day and body weight gain was 7.96 g/head/day

 

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui performa ayam kampung super fase finisher yang diberi tepung kulit pisang goroho fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Ternak ayam yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam kampung super fase finisher 4 - 8 minggu sebanyak 125 ekor. Setiap unit percobaan menggunakan 5 ekor ayam. Ransum percobaan terdiri dari P0 tanpa kulit pisang goroho fermentasi, P1 menggunakan 5% kulit pisang goroho fermentasi, P2 menggunakan 10% kulit pisang goroho fermentasi, P3 menggunakan 15% kulit pisang goroho fermentasi dan P4 menggunakan 20% kulit pisang goroho fermentasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum ayam untuk perlakuan P4 nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan P1, P2 dan P3 serta P0 (kontrol) dengan rataan konsumsi ransum masing-masing perlakuan (P0 28,68), (P1 26,99), (P2 28,35), (P3 28,79) dan (P4 31,88) g/ekor/hari. Pertambahan bobot badan perlakuan P4 nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan P1, P2 dan P3 serta P0. Rataan PBB masing-masing perlakuan (P0 6,94), (P1 7,40), (P2 7,53), (P3 7,91) dan (P4 7,96) g/ekor/hari. Perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konversi ransum ayam kampung super fase finisher dengan nilai antara 3,64 – 4,13. Penggunaan 20% kulit pisang goroho fermentasi meningkatkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan ayam kampung super fase finisher. Konsumsi ransum sebesar 31,88 g/ekor/hari dan pertambahan bobot badan sebesar 7,96 g/ekor/hari


Keywords


Fermentasi; Tepung kulit pisang goroho; Performa; Ayam kampung super

Full Text:

PDF

References


Affandi. 2012. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono

Prawirohardjo.

Allama, H., Sofyan, O., Widodo, E., & Prayogi, H.S. 2012. Pengaruh penggunaan tepung ulat

kandang (Alphitobius diaperinus) dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam

pedaging. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 22(3), 1-8.

Andriyanto, A. S. Satyaningtijas, R. Yufiadri, R. Wulandari, V. M. Darwin dan S. N. A. Siburian.

Performan dan kecernaan pakan ayam broiler yang diberi hormon testosteron dengan

dosis bertingkat. Jurnal. Acta Veterinaria Indonesiana.3 (1): 29-37.

Asli, M.M., S.A hosseini, H.Lotfollahian, & F. Shariatmadari. 2007. Effect of Probiotc, Yeatc,

Vitamin E and Vitamin C supplements on performance and immune response of laying hen

during high environment temperature. International journal of poultry science 1(2), 40-45.

Badan Pusat Statistik. 2020. Provinsi Gorontalo Dalam Angka. BPS Provinsi Gorontalo.

Datau, F, & Fathan., S. .2021. Penambahan ampas sagu Terfermentasi (Metroxylon sago)

Terhadap Performa Ayam Kampung Super. Jambura Journal of Animal Science,3(2) 96-104

Fahrudin. A., Tanwiriah W. & Indrijani H. 2016. Konsumsi Ransum, Pertambahan Bobot Badan

dan Konversi Ransum Ayam Lokal di Jimmy’s Farms Cipanas Kabupaten Cianjur.

Ginting, 2015. Sukses Beternak Ayam Ras Petelur dan Pedaging. Pustaka Mina Jakarta.

Ichwan, 2003. Membuat pakan ras pedaging. Agro Media Pustaka, Tangerang

Koni. T. N. I. 2013. Performa Produksi Broiler yang diberi Ransum Mengandung Biji Asam Hasil

Fermentasi dengan Ragi Tempe (Rhyzopus Oligosporus) (Response of Broiler to Diet

Containing Fermented Tamarind seed by Tempe Yeast (Rhyzopus Oligosporus)). Jurnal

Ilmu Ternak Universitas Padjajaran, 13(1), 13-16.

Lidyawati, Binti Khopsoh & Nining Haryuni, 2018. Efek penambahan level vitamin E dan

selenium dalam pakan terhadap performa ayam petelur yang diinseminasi buatan. Jurnal

Ilmiah Peternakan Terpadu. Universitas Nahdlatul Ulama. Blitar Vol. 6(2): 106-110.

Made, L., S, S Tantalo., & K Nova. 2017. Performa Ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak)

Periode Grower Pada Pemberian Ransum dengan Kadar Protein Kasar yang Berbeda. Jurnal.

Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Vol 1(3): 36-41.

Muda, P., Saleh, E. J., Djunu, S. S., & Bahri, S. 2022. Kandungan Energi dan Beta Karoten kulit

pisang goroho ( Musa Acuminafe. Sp) Hasil Fermentasi. Gorontalo journal of equatorial

Animals, 1 (2) : 40-39

Mulyono, M. B dan Raharjo, P. 2008. Ayam Jawa Super. Jakarta: Agromedia Pustaka.

National Research Countil. (NRC) 1994. Nutrien Requirements of Poultry. Edrevke-9.

Washington DC: Academy.

Prasetyo, L. H. 2012. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan veteriner. IAARD

Press.

Prawitasari, R.H., Ismadi, dan Estiningdriati. 2012. Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Laju

Digesta Pada Ayam Arab Yang Diberi Ransum Dengan Berbagai Level Azolla Microphylla.

Animal Agriculture Jornal. 1(1). 471-483.

Rahayu. I., T, Sudaryani., H. Santosa. 2011. Panduan Lengkap Ayam. Penebar Swadaya, Jakarta.

Ramadhan, M., Mahfudz, L. D., dan Sarengat, W. 2018. Performans Ayam Petelur Tua dengan

Penggunaan Tepung Ampas Kecap dalam Pakan. Jurnal Sains Peternakan Indonesia,

Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Semarang 13 (1), 84 88

Rasyaf, M. 2011. Panduan Beternak Ayam Pedaging. Cetakan ke-4. Penebar Swadaya Jakarta.

Rianza, R. 2019. Pedoman itik pedaging yang diberi ampas sagu sebagai Pengganti dedak halus.

Prossiding. Fakultas Peternakan UIN SUSKA. Riau

Saha, B.C.. 2004. Lignocellulosa Biodegradation and Aplikations in Bioteknology In:

Lignucellulosa Biodegradation. American Chemical Society, Washington, D.C.

Sukaryana, Y, Atmomarsono U, Yunianto, DV, Supriyatna E, 2011. Peningkatan Nilai Kecernaan

Protein Kasar dan Lemak Kasar Produk Fermentasi Campuran Bungkil Inti Sawit dan Dedak

Padi Pada Ayam Pedaging. Jurnal ITP 1(3) : 267-172.

Supartini, N., dan Sumarno, S .2011. Tepung ubi sebagai sumber energy pakan dalam upaya

peningkatan kualitas ayam kampung. BUANA SAINS, 10(2), 115-120.

Suprijatna, E.,U.Atmomrsono & R. Kartasudjana.2008. Ilmu Dasar Ternak Unggas.Penebar

Swadaya , Jakarta.

Susanti Wenur. 2016. Formulasi Dan Penentuan Nilai Spf Dari Sediaan Losio Ekstrak Etanol

Kulit Buah Pisang Goroho (Musa Acuminafe L.). Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSTRAT Vol. 5

No. 4 November 2016 ISSN 2302 – 2493.

Tribak, M., J.A.Ocampo, I, Garcia-Romera. 2002. Production Of xyloglucanolytic enzymes by

Trichoderma Viride, Paecylomices farinosus, Wardomices inflatus, and Pleorutus Ostreatus.

Mycologia. 3: 404-410

Wicaksono, D. 2015. Perbandingan Fertilitas, Susut Tetas, Daya Tetas, dan Berat Tetas Ayam

Kampung pada Peternakan Kombinasi. Skripsi. Jurusan Peternakan. Universitas Lampung.


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/jstt.3.2.105-114.2025

Article metrics

Abstract views : 677 | views : 185

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Publisher

Program Study Animal Husbandry. Muhammadiyah University of Gorontalo. Addres Office : Jl. Prof. Mansoer Pateda, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 96181. Email : [email protected]


Lisensi Creative Commons
Jurnal Sains Ternak Tropis is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional