MENAKAR PELANGGARAN HAM PADA PERISTIWA KERUSUHAN SEPAK BOLA DI KANJURUHAN

 Rini Maisari, Ansharullah Ansharullah

Abstract


The 1945 Constitution stipulates that the implementation of human rights is the responsibility of the state, especially the government in providing protection, enforcement, and fulfillment of human rights for every citizens. The Football Disaster at the Kanjuruhan Stadium, Malang, East Java Province caused 174 deaths, shows that there are indications of human rights violations. Currently, the current legal settlement mechanism uses two instruments, namely the Criminal Code and the Sports Law. Meanwhile, the Commission for Missing Per-sons and Victims of Violence (KontraS) actually said that there had been human rights violations in the form of shooting tear gas outside of command and the involvement of the Indonesian National Army in securing the stadium which was not in accordance with the main functions. The problem identification in this study is how the human rights perspective in the football tragedy in Kanjuruhan is trying to see if there are allegations of human rights violations. This research uses normative juridical research methods. The results of the study indicate that there have been human rights violations in the form of neg-ligence by the police as a state instrument so that the government must be responsible for providing protection and fulfillment of human rights, especially those who are victims of this incident.

Keywords


Human Rights Violations; State; Responsibility

Full Text:

PDF

References


Buku

Andrey Sujatmoko, Tanggungjawab Negara atas Pelanggaran Berat HAM: Indo-nesia, Timor Leste, dan Lainnya, Jakarta: Gramedia Wisyasarana Indo-nesia, 2005.

Aprita, Serlika, Hukum dan Hak Hak Asasi Manusia, Cetakan Pertama, Mitra Wicana Media, Bogor, 2020.

Komnas HAM, Standar Norma Dan Pengaturan Nomor 6 Tentang Pembela Hak Asasi Manusia, Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM), 2021.

Moeljatno, Asas-Asas Hukum Pidana, Cetakan Pertama, PT Rineka Cipta, Jakar-ta, 2008.

Ochtorina Susanti, Dyah, Penelitian Hukum, Cetakan Kedua, Sinar Grafika, Ja-karta, 2015.

Philipus M. Hadjon, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia, Surabaya: Bina Ilmu, 1987.

Rhona Smith, dkk, Hukum Hak Asasi Manusia, Cetakan Pertama, Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2008.

Serlika Aprita dkk, Hukum dan Hak Hak Asasi Manusia, Cetakan Pertama, Mitra Wicana Media, Bogor, 2020.

Smith, Rhona, Hukum Hak Asasi Manusia, Cetakan Pertama, Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2008.

Suparman Marzuki, Tragedi Politik Hukum HAM, Cetakan Pertama, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2011.

Tesis, Jurnal, dan Makalah

Arfandy Purbawan, Tanggung Jawab Negara Terhadap Korban Salah Tangkap Yang Dilakukan Oleh Aparat Kepolisian Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia, Tesis, Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, 2011.

Devosit Malensang, “Impelementasi Hak Untuk Hidup Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945”, Jurnal Lex Privatum Vol.5 N0 2, Maret-April, 2017.

Eko Hidayat, “Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Negara Hukum Indone-sia”, Jurnal Asas Vol.8, No 2, Juni, 2016.

Farid Wajdi dan Imran, “Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Tanggung Jawab Negara Terhadap Korban”, Jurnal Yudisial, Vol.14, No 2, Agustus, 2021.

Ida Bagus Kade Danendra, “Kedudukan dan Fungsi Kepolisian dalam Struktur Organisasi Negara Republik Indonesia”, Jurnal Lex Crimen, Vol., No 4, Oktober-Desember 2012.

Jean Daryn Hendar Iskandar, Kedudukan Kepolisian Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Jurnal Lex Administratum, Vol 6, No 4, September-Desember 2018.

Tutu Widyaningrum, Pendekatan Konseptual dan Implikasi Normatif Putusan MK No 22-24/PUU-VI/2008 Terhadap Konsep Keterwakilan Perempu-an di Dewan Perwakilan Rakyat, Tesis, Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2011.

Noviyanti, U. D. E., & Hadi, I. (2022, December). Accessibility of Surabaya Museum for Visitors with Physical Disabilities. In International Academic Conference on Tourism (INTACT)" Post Pandemic Tourism: Trends and Future Directions"(INTACT 2022) (pp. 293-307). Atlantis Press.

Zunnuraeni, Politik Hukum Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia Dalam Kasus Pelanggaran HAM Berat, Jurnal Ius Kajian Hukum dan Keadilan, Vol.1, No. 2, Juni 2013.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2006 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998 tentang Pengesahan Convention Against Tortule and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang Kejam, Tidak Manusia, atau Merendahkan Martabat Manusia)

Sumber Websites

Data lengkap korban tragedi Kanjuruhan: 174 Tewas Lebih dari 300 orang Ter-luka, https://www.cnnindonesia.com/nasional/data-lengkap-tragedi-kanjuruhan-174-tewas-lebih-300-orang-terluka, Diakses pada 30 Ok-tober 2022.

Dosen FK UM Surabaya Sebut Bahaya Gas Air Mata: Bisa Sebabkan Pendara-han Hingga Erosi Kornea”,https://www.um-surabaya.ac.id/homepage/news_article?slug=dosen-fk-um-surabaya-sebut-bahaya-gas-air-mata-bisa-sebabakan-pendarahan-hingga-erosi-kornea#:~:text=Ia%20menyebut%20dampkabur, diakses 31 Oktober 2022.

Fakta-fakta Tentang Gas Air Mata di Balik Tragedi Stadion Kanjuruhan”, https://www.bbc.com/indonesia/articles/c1v4vg0elr4o, diakses 31 Oktober 2022.

Fanatisme Suporter Sepak Bola, Naskah Publikasi.Pdf, diakses 30 Oktober 2022.

FIFA Larang Gas Air Mata di Stadion https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20kenapa-fifa-larang-gas-air-mata-di-stadi-onPenggunaan%20gas%20air%20mata%20sudah,%5D%2C%2tersebut, diakses 31 Oktober 2022.

Hasil Uji Lab Tragedi Kanjuruhan, Gas Air Mata Jadi Faktor Pemicu Kematian Penonton”, https://www.kompas.tv/articlehasil-uji-lab-tragedi-kanjuruhan-gas-air-mata-jadi-faktor-pemicu-kematian-penonton, di-akses pada 19/11/2022

hukumonline.com, Tragedi Kanjuruhan Dinilai Masuk Kategori Pelanggaran HAM berat, “https://www.hukumonline.com/berita/a/tragedi-kanjuruhan-dinilai-masuk-kategori-pelanggaran-ham-berat, diakses pada 19/11/2022

Komnas HAM Nyatakan Ada Pelanggaran HAM dalam Tragedi Kanjuruhan” https://nasional.kompas.com/read/2022/11/02/17103961/komnas-ham-nyatakan-ada-pelanggaran-ham-dalam-tragedi-kanjuruhan, diakses stnaggal 10 November 2022.

kompas.tv Berikut 9 (Sembilan) Poin Hasil Investigasi TGIPF dalam Tragedi Kanjuruhan, https://www.kompas.tv/art9-poin-hasil-investigasi-tgipf-tragedi-kanjuruhan, diakses pada 19/11/2022

KontraS Menduga terdapat pelanggaran HAM dalam tragedi Kanjuruhan https://nasional.kompas.com/readkontras-duga-ada-pelanggaran-hukum-dan-ham-dalam-tragedi-kanjuruhan, diakses pada 10 Desember 2022

Media asing menyoroti Berbagai Kerusuhan Dalam sepakbola Indonesia, https://www.cnbcindonesia.com/news/media-asing-soroti-tradisi-rusuh-sepakbola-indonesia, diakses 30 Oktober 2022.

Munir dan daftar kasus Ham yang belum tuntas sampai hari ini”, https://www.cnnindonesia.com/nasional/ munir-dan-daftar-kasus-ham-yang-belum-tuntas-sampai-hari-ini , diakses 30 Oktober 2022.

Penyebab Kerusuhan Pasca Laga Arema FC VS Persebaya Sampai 127 Orang Tewas di Stadion Kanjuru-han,https://suryamalang.tribunnews.com/penyebab-kerusuhan-pasca-laga-arema-fc-vs-persebaya-sampai-127-orang-tewas-di-stadion-kanjuruhan?page=2, diakses 30 Oktober 2022.

Polisi belum melakukan penahanan terhadap 6 (enam) Tersangka tragedy Kanjuruhan https://www.cnnindonesia.com/nasional//polisi-belum-tahan-6-tersangka-tragedi-kanjuruhan, diakses 10 November 2022.

Temuan Komnas HAM: Aremania Kelapangan Mau Semangati Pemain, Bukan Menyerang”, https://www.detik.com/sulsel/sepakbola/temuan-komnas-ham-aremania-ke-lapangan-mau-semangati-pemain-bukan-menyerang , diakses 31 Oktober 2022.

Terapkan Pidana Pelanggaran HAM Pada Tragedi Kanjuruhan, https://kakibukit.republika.co.idterapkan-pidana-pelanggaran-ham-pada-tragedi-kanjuruhan, diakses 31 Oktober 2022.

TGIPF Seharusnya Mengkonstruksikan Tragedi Kanjuruhan Sebagai Pelang-garan HAM Yang Berat, Bukan Sebagai Pidana Bi-asa’’,https://kontras.org/2022/10/18/tgipf-seharusnya-mengkonstruksikan-tragedi-kanjuruhan-sebagai-pelanggaran-ham-yang-berat-bukan-sebagai-pidana-biasa/ , diakses 31 Oktober 2022.

Tragedi Kanjuruhan Pelanggaran HAM Berat, https://www.pinterpolitik.com/in-depth/tragedi-kanjuruhan-pelanggaran-ham-berat/, Diakses pada 10 Desember 2022


Article metrics

Abstract views : 683 | views : 331

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal Hukum Egalitaire


Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Gorontalo