“PIJAR MEMBARA” Pekan Aksi Remaja Memberi Kontribusi dan Berkarya” sebagai Upaya Menurunkan Angka Pernikahan Dini di Kecamatan Moncongloe Sulawesi Selatan
Abstract
Pernikahan pada usia dini bisa menimbulkan berbagai persoalan rumah-tangga seperti pertengkaran, percekcokan, dan konflik berkepanjangan, yang dapat mengakibatkan perceraian. Untuk menekan angka pernikahan dini yang terjadi, maka diperlukan penanganan dari berbagai stakeholder seperti alumni dalam memainkan peran dalam memanjukan dan menjaga kesinambungan program kesehatan pada anak dan wanita yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini, memberikan tinjauan keilmuan dan bukti ilmiah, serta melakukan pendampingan pengembangan model-model intervensi yang efektif dan efisien. Kegiatan pengabdian ini bertemakan “PIJAR MEMBARA” Pekan Aksi Remaja Memberi Kontribusi dan Berkarya” sebagai Upaya Menurunkan Angka Pernikahan Dini di Kecamatan Moncongloe. Kegiatan pengabdian ini umumnya dapat terlaksana dengan baik pada tanggal 17 Juni 2023 di UPTD Puskesmas Moncongloe. Pengabdian ini diikuti oleh 24 orang peserta. Penilaian tersebut didasarkan atas respon dan antusiasme dalam menerima materi yang diberikan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Sulsel pada 2011 brahim, al Bajuri hlm. 90 vol. 2 Toha Putra, Semarang.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maros dalam Angka 2023.
Khalil, Munawwar. 2015. Pengaruh Pernikahan Dini Terhadap Tingkat Perceraian Di Kabupaten Maros. Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.
Landung J, Thaha R, Abdullah AZ. 2009. Studi Kasus Kebiasaan pernikahan usia dini pada masyarakat kecamatan Sanggalangi Kabupaten Tana Toraja. Jurnal MKMI. Vol.5 (No.4). Hal: 89-94.
Article metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 JPPKM : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.