INTEGRASI AHP DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS POTENSI KERAWANAN ILLEGAL FISHING DI INDONESIA (Integration AHP and Geographic Information System to Analyse Vulnerability of Illegal Fishing in Indonesia)

Moh. Dede, Millary Agung Widiawaty, Iwan Setiawan, Nurul Huda

Abstract


Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya perikanan melimpah dan kerap dijadikan sasaran illegal fishing jaringan lokal maupun internasional. Melalui integrasi AHP dan sistem informasi geografis, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kerawanan illegal fishing secara spasial di Indonesia dengan melibatkan berbagai faktor penentunya seperti jangkauan patroli laut, kedaulatan laut, jarak dari negara asing, sebaran klorofil-A, dan potensi hasil laut yang divalidasi dengan data eksisting serta dilengkapi strategi penanganannya. Pemodelan illegal fishing memiliki akurasi sebesar 87,14 persen dengan potensi ancaman seluas 2.644.000 km2 (41,65 persen) meliputi Laut Natuna Utara, Selat Malaka, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Bali, Laut Maluku, Laut Halmahera, Teluk Tomini, Laut Sulawesi, serta sebagian kecil Laut Arafuru. Hasil AHP menunjukkan faktor yang bersifat tetap seperti potensi laut dan sebaran klorofil-A sebagai criminogenic terkuat illegal fishing di Indonesia. Upaya pencegahan illegal fishing dapat dilakukan dengan intervensi terhadap faktor yang bersifat dinamis, sehingga memperkuat jangkauan patroli laut, teknologi VMS, partipasi masyarakat, dan diplomasi maritim.

References


Belova, G. (2015). Illegal Unreported and Unregulated Fishing in The Black Sea. International Conference Knowledge – Based Organization, 21 (2), 408–412. https://doi.org/10.1515/kbo-2015-0069.

Dede, M., Setiawan, I., & Mulyadi, A. (2017). Application GIS to Analyse Crime Risk in Bandung. Proceeding The 2nd UPI International Conference on Sociology Education, 1 (1), 597–602. https://doi.org/10.5220/0007102605970602.

Dede, M., Sewu, R. S. B., Yutika, M., & Ramadhan, F. (2016). Analisis Potensi Perekonomian Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Pertambangan dan Penggalian di Pantura Jawa Barat. Seminar Nasional Epicentrum 5.5: Optimalisasi Sumber Daya Alam Matra Darat Dan Matra Lautan Untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Dalam Konteks Nasionalisme, 1 (1), 100–108. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/MC2T6.

Dede, M., Sugandi, D., & Setiawan, I. (2018). Pengaruh Kondisi Lingkungan Terhadap Kerawanan Kejahatan di Kawasan Perkotaan Studi Kasus di Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Seminar Nasional Geomatika, 3, 555–564. https://doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1009.

Dede, M., & Widiawaty, M. A. (2017). Mewujudkan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk Pencegahan Kriminalitas di Indonesia. Esai Finalis GIS COMPETITION 2017, 1 (1), 1–3. https://doi.org/10.31227/osf.io/hx3mf.

Fajar, J. (2018). Dikukuhkan di New York, Jumlah Pulau Indonesia Kini Sebanyak. Retrieved January 9, 2018, from http://mogabay.co.id/2017/08/18/dikukuhkan-di-new-york,-jumlah-pulau-indonesia-kini-sebanyak

FAO. (2014). The State of World Fisheries and Aquaculture: Opportunities and Challenges. Roma: United Nations.

Felson, M. (2006). Crime’s Everyday Routines. Seminar of Midlands Centre for Criminology and the Criminal Justice, 16–20.

Hermes, R. (2014). Ecosystem Based Assessment and Management of the Indonesian Sea LME. An article at The 3rd Global LME Conference.

Hutabarat, S., & Evans, S. M. (2014). Pengantar Oseanografi. Depok: UI Press.

Jaelani, A. K., & Basuki, U. (2014). llegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing: Upaya Mencegah dan Memberantas Illegal Fishing dalam Membangun Poros Maritim Indonesia. Supremasi Hukum, 3 (1), 168–192.

KKP RI. (2015). Statistik Kelautan dan Perikanan 2015. Jakarta: Pusat Data, Statistik, dan Informasi KKP RI.

Makkasau, K. (2012). Penggunaan Metode Analythical Hierarchy Processes (AHP) dalam Penentuan Prioritas Program Kesehatan (Studi Kasus Program Promosi Kesehatan). J@TI Undip, 7 (2), 105–112.

Marlina, & Riza, F. (2013). Aspek Hukum Peran Masyarakat dalam Mencegah Tindak Pidana Perikanan. Jakarta: PT. Sofmedia.

Martin, K. S. (2004). GIS in Marine Fisheries Science and Decision Making. In Geographic Information Systems in Fisheries. Bethesda: American Fisheries Society.

Munaf, D. R., & Sulistyaningtyas, T. (2015). Sistem Operasi Tersinergi Bakamla Sesuai dengan Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan. Jurnal Sosioteknologi, 14 (3), 273–288.

Pormar Indonesia. (2015). Mewujudkan Poros Maritim Dunia 2030. Retrieved January 8, 2018, from http://www.pormarindonesia.net/?page_id=137.

Ridho, M. R., Kaswadji, R. F., Jaya, I., & Nurhakim, S. (2004). Distribusi Sumberdaya Ikan Demersal di Perairan Laut Cina Selatan. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, 123–128.

Setiawan, I., Dede, M., Sugandi, D., & Widiawaty, M. A. (2018). Investigating Urban Crime Pattern and Accessibility Using Geographic Information System in Bandung City. International Seminar on Tropical Eco-Settlements.

Suman, A., Wudianto, Sumiono, B., Badrudin, & Nugroho, D. (2014). Potensi dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP RI). Jakarta: Refika Grafika dan KKP RI.

Sutardi, D. (2015). Tak ada Tempat bagi Perampok Ikan. Majalah Mina Bahari, 1 (April-Juni).

Widiawaty, M. A., & Dede, M. (2018). Pemodelan Spasial Bahaya dan Kerentanan Bencana Banjir di Wilayah Timur Kabupaten Cirebon. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 9 (2), 142–153. https://doi.org/10.31227/osf.io/kshb2.

Widiawaty, M. A., Dede, M., & Ismail, A. (2018). Analisis Tipologi Urban Sprawl di Kota Bandung Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Seminar Nasi


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/jsig.v2i2.253

Article metrics

Abstract views : 267 | views : 110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Sains Informasi Geografi



Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional. ISSN (online): 2614-1671

 

Indexing Site :

 

Web
Analytics JSIG StatCounter