Jejak yang Bisu: Potensi Artefak Budaya Likupang Timur dalam Kajian Storynomic Wisata
Abstract
Penelitian ini bertujuan melakukan konstruksi narasi terhadap objek wisata di desa Marinsow, Pulisan, dan Kinunang. Ketiga desa tersebut merupakan bagian dari wilayah Destinasi Wisata Prioritas yang ditetapkan pada tahun 2019 oleh Pemerintah Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif ekploratif-deskriptif sebab penelitian ini mengeksplorasi daya tarik wisata dan mendeskripsikan pemaknaan objek wisata bisu atau yang tidak memiliki cerita rakyat sebagai identitasnya. Sumber data berasal dari wawancara dengan enam orang informan terpercaya. Analisis yang dilakukan adalah analisis interpertatif berupa pemaknaan terhadap objek wisata mendasarkan pada nilai-nilai budaya, naratif, dan storynomic. Hasil penelitian ini menunjukkan kekosongan representasi budaya di tingkat lokal ditandai dengan hilangnya cerita rakyat yang menjadi identitas daya tarik wisata di ketiga Desa. Kenyataan ini ditenggarai oleh fakta bahwa masyarakat ketiga desa didominasi oleh Suku Sangihe yang berimigirasi dari Pulau Sangihe ke wilayah Likupang Timur yang dahulu adalah wilayah adat Tonsea sub-etnik suku Minahasa. Lalu, konstruksi narasi penelitian berdasarkan nilai budaya memerlihatkan cerita dan daya tarik wisata dapat menjadi kesatuan identitas masyarakat di ketiga desa. Nilai naratif memberikan daya tarik estetik agar cerita terdengar menarik. Serta nilai storynomic menawarkan kemungkinan aktivitas yang akan menjadi daya tarik wisatawan di lokasi wisata.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abbott, H. P. (2021). The Cambridge introduction to narrative. Cambridge University Press.
Abdullah, R., & Panghastuti, T. (2018). Analisis Hubungan Antara Bangunan Bersejarah, Mitos, Budaya Masyarakat Lokal Dengan Motivasi Wisatawan Berkunjung Di Daya Tarik Wisata Tamansari Yogyakart. Journal of Tourism and Economic, 1(1).
Anggaraputra, B. P., & Wulandari, Y. (2022). Destinasi Wisata Sastra dalam Cerita Rakyat dari Sumatra Kajian Sastra Pariwisata. Jubah Raja: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran, 1(2), 33–47.
Ardian, M. A. (2021). Destinasi Wisata Sastra dalam Cerita Rakyat Provinsi Jawa Barat: Kajian Sastra Pariwisata. Seminar Nasional SAGA 3, 3(1), 206–212.
Arini, N. N., & Raditya, I. P. T. (2023). Kajian Literary Tourism : Daya Tarik Wisata Ubud Dinarasikan Melalui Latar Tempat Dalam Karya Sastra Novel. 13(2), 96–105.
Bascom, W. (1965). The Forms of Folklore: Prose Narratives. The Journal of American Folklore, 78(307), 3. https://doi.org/10.2307/538099
Dundes, A. (1980). Interpreting folklore. Indiana University Press.
Firmansyah, A. (2021). Analisis Deskriptif Potensi Pariwisata di Desa Sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang (Descriptive Analysis of Tourism Potential in Villages Around Likupang Special Economic Zone). Jurnal Pariwisata Terapan, 5(2), 160. https://doi.org/10.22146/jpt.55822
Fudiyartanto, F. A. (2012). Penerjemahan Butir Budaya Dari Bahasa Inggris Ke Bahasa Indonesia. ADABIYYAT, 11(2), 318–342.
Ghetau, L., & Esanu, L. V. (2011). Literary tourism as a promoter of cultural heritage. WIT Transactions on Ecology and the Environment, 150, 345–353.
Kemenparekraf. (2022). Berkenalan dengan 5 Destinasi Super Prioritas Indonesia. Www.Kemenparekraf.Go.Id. https://info5dsp.kemenparekraf.go.id/
Kemenparekraf. (2024). Outlook Pariwisata: Melihat Tren Pariwisata Ke Depan Menurut Para Ahli. Www.Kemenparekraf.Go.Id. https://www.kemenparekraf.go.id/hasil-pencarian/outlook-pariwisata-melihat-tren-pariwisata-ke-depan-menurut-para-ahli
Koentjaraningrat. (2002). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta. https://books.google.co.id/books?id=QWmPGwAACAAJ
McKee, R., & Gerace, T. (2018). Storynomics : Story-driven marketing in the post-advertising world. Hachette UK.
Mustari, A. H. (2021). Ekologi , Perilaku , dan Konservasi Anoa ( Ecology , Behaviour , and Conservation of Anoa , Bovidae : Bubalus depressicornis and Bubalus quarlesi ). In IPB Pres (Issue December 2019).
Pratiwi, D. P., Firmansyah, O., Gayatri, S., Hawa, A. M., & Muhajir, A. (2024). Berwisata Karena Cerita: Strategi Branding Cerita Rakyat Terhadap Destinasi Wisata di Sumatera Barat Indonesia. Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(2), 112–123.
Putra, I. N. D. (2019). Literary tourism: kajian sastra dengan pendekatan pariwisata. Nuansa Bahasa Citra Sastra, 161–180.
Ratna, N. K. (2022). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra.
Saputra, B. A., & Qarimah, A. N. (2022). Interseksionalitas Perempuan dan Laki-Laki Bangsawan dalam Tula-Tula Mia Wakatobi. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 1(2), 226–240.
Sari, I. A. L. (2019). Storynomics : Memanfaatkan Kekuatan Branding Cerita Rakyat. Prosiding ISBI Bandung, 1(1), 10–16. https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/Prosiding/article/view/1297
Sumarauw, A., & Pangkerego, A. S. (1993). Cerita rakyat dari Minahasa (Vol. 2). Grasindo.
Article metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Published Journal : Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Addres Office : Jl. Prof. Mansoer Pateda, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 96181





