Hubungan Jarak Melahirkan dan Riwayat BBLR Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun

 Vidya Aurelya Putri, Nurdiana Djamaluddin, Cindy Puspita Sari Haji Jafar

Abstract


Stunting pada anak dapat menjadi perhatian kesehatan yang sangat penting karena berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan dan kualitas hidup. Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting seperti jarak kelahiran dan riwayat BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jarak kelahiran dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai P value = 0,033 (<0,05) berarti ada hubungan jarak kelahiran dengan kejadian stunting dan didapatkan hasil nilai P value = 0,00 (<0,05) berarti ada hubungan Riwayat BBLR dengan kejadian stunting. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara jarak kelahiran dan Riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tilango Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat terkait jarak kelahiran ideal, pencegahan BBLR dan juga pencegahan kejadian stunting pada anak.

Keywords


Jarak Kelahiran; Riwayat BBLR; Stunting;

Full Text:

PDF

References


M, Munajat.(2022). Hukum pidana anak

Indonesia. Jakarta Timur : Sinar Grafika.

Rahman., M, Rahmah., N, Saribulan. (2023).

Upaya Penanganan Stunting di Indonesia.

Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa

(JIPSK), 8(1), 44-56.

Survei Kesehatan Indonesia. 2023. Laporan

TPPS Semester 1 Provinsi Gorontalo

Percpetan Penurunan Stunting Tahun 2024.

Pemerintah Provinsi Gorontalo, Gorontalo. 52

hal.

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. 2023.

Prevalensi status gizi balita menurut

Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo. Dinas

kesehatan provinsi Gorontalo, Gorontalo.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo.2023.

Prevalensi stunting di Kabupaten Gorontalo.

Tebi., Dahlia., E.A, Wello., DKK. (2021).

Literature Review Faktor-Faktor Yang

Mempengaruhi Terjadinya Stunting Pada

Anak Balita. Jurnal Mahasiswa

Kedokteran, 1(3), 234-240.

Suyami., F.N, Khayati.,Wahyuningsih.

(2022). Hubungan Riwayat Bayi Berat

Lahir Rendah (BBLR) Dengan Kejadian

Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di

Wilayah Kerja Puskesmas Karangdowo.

Conference Of Health and Social Humaniora, 2(1), 8-18.

R.N, Oktaviani., G, I, A., & R, Susanti.

(2021). Pemodelan Faktor yang

Mempengaruhi Jarak Kelahiran di

Kalimantan Timur dengan Metode

Regresi Logistik Biner (Studi Kasus:

Data SDKI Tahun 2017). Journal of

Biostatistics and Demographic Dynamic,

(2), 13-21.

B.Y.M, Badjuka. (2020). Hubungan BBLR

dengan Kejadian Stunting pada Anak

Usia 24-59 Bulan di Desa Haya-Haya

Gorontalo, Afiasi: Jurnal Kesehatan

Masyarakat, 5(1), 23-32.

Baidho (2020). Hubungan tinggi badan ibu

dengan kejadian stunting pada balita usia

-59 bulan di Desa Argodadi Sedayu

Bantul. Jurnal Kesehatan Komunitas

Indonesia, 17(1), 83.

D.D.S, Wahyudi., N, Rohmah., R, Utami.

(2024). Hubungan jarak kelahiran dengan

kejadian stunting dan wasting di Desa

Arjasa. Jurnal Ilmiah Kajian

Multidisipliner, 8(7), 457-460.

Kemenkes. (2022). Faktor-faktor

mempengaruhi BBLR.

Sukmawati., L, Fanny., M.H, Sirajuddin.

(2023). Hubungan Riwayat BBLR

dengan stunting pada anak balita di

kelurahan Boribellaya Kecamatan

Turikale. Jurnal Media Gizi Pangan,

(1), 138-144.

C, Nashita., Y.N, Khayati. (2023). Hubungan

Berat badan lahir dengan pertumbuhan

bayi di TMPB Isnaningsih , S.Tr.Keb,

Kabupaten Semarang. Journal of

Holistics and Health Sciences, 5(2), 290-

A.U, Qoyyimah., L, Hartati., S.A, Fitriani.

(2020). Hubungan kejadian stunting

dengan perkembangan anak usia 24-59

bulan di Desa Wangen Polanharjo,

Klaten. Jurnal kebidanan, 12(1), 1-110.

G, Pratama., A, Yusuf., S, Kasau., A,

Jumantio. (2022). Analisis faktor risiko

kejadian stunting pada balita usia 2-5

tahun di wilayah kerja Puskesmas Sanoba

Kabupaten Nabire. Jurnal Kesehatan

Masyarakat, 9(1), 1-7.

D, Aprilia. (2021). Perbedaan risiko kejadian

stunting berdasarkan umur dan jenis

kelamin. Jurnal kebidanan Surabaya,

(1), 25-29.

N, Arsad., I, Wulansari., C.P.S.H, Jafar.

(2024). Pencegahan stunting melalui

pemberdayaan karang taruna berbasis

media sosial. Jurnal Peduli Masyarakat,

(3), 1358. [19] S, Tomahayu., S.A, Ibrahim., C.P.S.H, Jafar.

(2024). Hubungan Tingkat pengetahuan

ibu usia dini dengan kejadian stunting di

wilayah kerja Puskesmas Tilango. Jurnal

Keperawatan, 12(2), 197.

A.A, Adjid., C.P.S.H, Jafar., R.W,

Mohamad. (2024). Hubungan Tingkat

pengetahuan ibu tentang MP ASI dengan

kejadian stunting pada anak usia 2-5

tahun. An Idea Health Journal, 3(2), 106.

F.A, Yusuf., N.R, Paramata., C.P.S.H, Jafar.

(2024). Hubungan peran breastfeeding

father (ayah asi) dengan pemberian ASI

Ekslusif dalam pencegahan stunting.

Journal Of Languange and Health, 5(1),

N.S, Tinaweng., S, Andriani., C.P.S.H, Jafar.

(2025). Tingkat pengetahuan orang tua

tentang pemberian menu sehat MP ASI

dalam Upaya pencegahan stunting pada

balita (6-24 bulan). Jambura Nursing

Journal, 40.


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/zijk.v13i1.4074

Article metrics

Abstract views : 358 | views : 170

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
 Publisher:

Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo  Jl. Prof Mansoer Pateda Ds Pentadio Timur Kec. Telaga Biru Kab. Gorontalo