Internalisasi Nilai Tata Upacara Adat Penyambutan Tamu Daerah (Pohutu Motimamango) dalam Pendidikan Islam Multikultural di Gorontalo

 Mahfud Harim, Roymanto Ilolu, Faradila Amri

Abstract


Provinsi Gorontalo merupakan wilayah multikultural dengan suku, bahasa dan agama. Salah satu adat yang di kaji dalam penelitian ini adalah prosesi Adat Pohutu Motimamango merupakan salah satu tradisi adat Gorontalo yang sarat dengan nilai-nilai luhur seperti Nilai Toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan, Nilai Tanggung Jawab dan Amanah dan Nilai Kearifan Lokal dalam Bingkai Islam. Nilai-nilai ini memiliki keterkaitan erat dengan prinsip-prinsip dalam pendidikan Islam yang menjunjung tinggi akhlak, toleransi, dan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai dalam adat Pohutu Motimamango diinternalisasikan dalam proses pendidikan Islam multikultural di Gorontalo. pendekatan fenomenologi dan naturalistik difokuskan pada implementasi pendidikan multikulturalisme Islam dalam prosesi Adat Pohutu Motimamango merupakan salah satu tradisi adat Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pohutu Motimamango dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam multikultural, seperti inklusivitas, saling menghargai, dan penguatan karakter peserta didik di tengah masyarakat majemuk. Implikasi dari penelitian ini merekomendasikan integrasi budaya lokal ke dalam kurikulum pendidikan Islam secara kontekstual dan transformatif.

Keywords


adat Pohutu Motimamango; Pendidikan Islam; Multikultural

Full Text:

PDF

References


Abd. Muin Salim, Fiqh Siyasah; Konsepsi Politik dalam al-Qur'an (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1992)

Annelie J Sundler et al., “Qualitative Thematic Analysis Based on Descriptive Phenomenology,” Nursing Open, no. 3 (2019

Ashadi L Diab et al., “Accommodation of Local Wisdom in Conflict Resolution of Indonesia’s Urban Society,” Cogent Social Sciences8, no. 1 (2022)

Basri Amin, Islam Budaya dan Lokalitas Gorontalo. Jurnal Budaya ‘Kure’ , No 07 Vol. VII/2021.6

Carolin Graue, “Qualitative Data Analysis,” International Journal of Sales, Retailing & Marketing4, no. 9 (2015): 5–14.

Francesca Ciani et al., “Social Tolerance and Adult Play in Macaque Societies: A Comparison with Different Human Cultures,” Animal Behaviour84,no. 6 (2012):

Haqqi, Silma Laatansa. “Penafsiran Ibn Katsīr Tentang Ayat-Ayat Amanah Dalam Tafsir Al- Qurˋan Al - ʻaẓī M ( Kajian Tematis Ayat-Ayat Amanah).” Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018.

Isaac Tuffour, “A Critical Overview of Interpretative Phenomenological Analysis: A Contemporary Qualitative Research Approach,” Journal of Healthcare Communications2, no. 4 (2017): 52,

Julius Sim, “Collecting and Analysing Qualitative Data: Issues Raised by the Focus Group,” Journal of Advanced Nursing28, no. 2 (1998): 345–52.

La Diman, H.N.N.K. Nilai Pendidikan Multicultural (Kajian Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 9-13. Al Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2)

Mansoer Pateda dkk. Tata Upacara Adat Gorontalo (Pohutu Aadati Lo Hulondalo). Hasil Seminar Adat Gorontalo 2007.

Mahfud Harim, Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Prosesi Adat Molo’opu di Kabupaten Gorontalo Utara. Skripsi tahun 2014

Moh. Arif, Mahfud Harim, Prosesi Adat Molo’opu di Gorontalo Utara dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan Islam, Journal for Integrative Islamic Studies. Vol. 5 No. 1 2019 ISSN: 2460-531X (Print) 2503-3042 (Online)

Morgan Brigg and Kate Muller, “Conceptualising Culture in Conflict Resolution,” Journal of Intercultural Studies30, no. 2 (2009)

Priandono T.E. Komunikasi Keberagaman, PT Remaja Rosdakarya, 2016.

Rosidi,”Dakwah Multikultural Di Indonesia”, Studi Pemikiran dan Gerakan Dakwah Abdurrahman Wahid”, 2 (Desember, 2013),

Rustam Ibrahim, “Pendidikan Multikultural: Pengertian, Prinsip, Dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Islam,” Addin7, no. 1 (2015)

Shufa, N. F. 2018. Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar: Sebuah Kerangka Konseptual. Jurnal Ilmiah KependidikanVol.1No.1,Februari.

Tim Kemenag RI. Panduan Integrasi Nilai Multikultur dalam Pendidikan Agama Islam (Jakarta, PT Kirana Cakra Buana bekerjasama dengan Kemenag RI, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), TIFA Foundation dan Yayasan Rahima, 2012),

Zakiyuddin Baidhawy, “The Problem of Multiculturalism: Radicalism Mainstreaming Through Religious Preaching in Surakarta,” Journal of Indonesian Islam4, no. 2 (2010)

Zakiyuddin Baidhawy, “Pendidikan Agama Islam Untuk Mempromosikan Perdamaian Dalam Masyarakat Plural,” Analisis: Jurnal Studi Keislaman14, no. 2 (2014)


Article metrics

Abstract views : 245 | views : 179

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Tarqiyah: Journal of Islamic Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Publisher:

Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Jl. Prof. Mansoer Pateda, Pentadio Timur, Gorontalo-Gorontalo
Email: [email protected]

 

Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Web AnalyticsView Tarqiyah: Journal of Islamic Education Stats