SEBARAN TINGKAT EROSI DI DAERAH TANGKAPAN AIR SITU GINTUNG, CIPUTAT TIMUR, TANGERANG SELATAN, BANTEN (Distribution of erosion levels in Situ Gintung Catchment Area, East Ciputat, South Tangerang, Banten)

Faizah Muthmainnah, Astrid Damayanti

Abstract


Perubahan penggunaan lahan pada suatu daerah tangkapan air (DTA) memiliki pengaruh terhadap kualitas suatu perairan. Sumber air dari suatu perairan dapat berasal dari mata air yang terdapat di dalamnya dan dari masukan air sungai atau limpasan air permukaan serta air hujan yang mengalir di lahan sekitar perairan tersebut. Daerah tangkapan air Situ Gintung adalah suatu daerah  yang mengalirkan air ke Situ Gintung. Masyarakat yang tinggal di sekitar Situ Gintung memanfaatkan situ tersebut untuk perikanan, pertanian dan sarana wisata. Dalam jangka waktu 20 tahun, yaitu tahun 1999, 2004, 2009, 2014, 2019, Situ Gintung mengalami perubahan kualitas perairan secara fisik dapat diketahui melalui kandungan materi yang mengubah warna air tersebut. Perubahan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh erosi dan sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju erosi di DTA Situ Gintung dengan menggunakan pemodelan USLE (Universal Soil Loss Equation). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat tingkat erosi di DTA Situ Gintung, yaitu normal, ringan, sedang, berat. Sebaran erosi yang terjadi di DTA Situ Gintung mengikuti pola lereng. Laju erosi normal terbesar sebesar 178,13 ton/ha/tahun pada tahun 2019 dan terkecil sebesar 58,43 ton/ha/tahun pada tahun 2014. Tingkat erosi ringan terbesar sebesar 1410,63 ton/ha/tahun pada tahun 2019 dan terkecil sebesar 706,13 ton/ha/tahun pada tahun 2014. Tingkat erosi sedang tertinggi adalah 2.831,84 ton/ha /tahun pada tahun 2009 dan yang terkecil sebesar 1710,71 ton/ha/tahun pada tahun 2014. Laju erosi berat terbesar adalah 4782,74 ton/ha/tahun pada tahun 2009 dan terkecil adalah 2.312,31 ton/ha/tahun pada tahun 2019.

Keywords


daerah tangkapan air, penggunaan lahan, sebaran erosi, tingkat erosi, USLE

References


Asdak, C. (1995). Hidrologi dan pengolahan daerah aliran sungai. Gajah Mada.

Arsyad, S. (1989). Konservasi Tanah dan Air Institut Pertanian Bogor. Bogor

ARYANATA, R. A. (2016). Prediksi Tingkat Bahaya Erosi Menggunakan Pemodelan Universal Soil Loss equation (USLE) dan ArcGIS di Wilayah Administratif UPT PSDA Kediri.

Febriani, Y. (2013). Prediksi Erosi Menggunakan Metoda Usle Pada Daerah Rawan Gerakan Tanah Di Daerah Jalur Lintas Bengkulu-kepahiang. Edu Research, 2(1), 47-52.

Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah (edisi baru). Akademika Pressindo. Jakarta.

Hardjoamidjojo, S., & Sukartaatmadja, S. (2008). Teknik Pengawetan Tanah dan Air. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Heriza, D., Sukmono, A., & Bashit, N. (2018). Analisis Perubahan Kualitas Perairan Danau Rawa Pening Periode 2013, 2015 dan 2017 dengan menggunakan Data Citra Landsat 8 Multitemporal. Jurnal Geodesi Undip, 7(1), 79-89.

Hidayat, Y. N., & Khakhim, N. (2017). Pemantauan Distribusi Muatan Padatan Tersuspensi Menggunakan Citra Landsat 8 Oli Di Muara Ci Tarum, Jawa Barat. Jurnal Bumi Indonesia, 6(1).

Kartika, T. (2012). dkk. 2012. Analisis Perubahan Penutup Lahan di Daerah Tangkapan Air Sub Das Tondano Terhadap Kualitas Danau Tondano Menggunakan Data Satelit Penginderaan Jauh. In Seminar Nasional Limnologi VI.

Kristiana, D. (2003). Kualitas perairan Situ Gintung di Kabupaten Tangerang. Banten. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Murdis, R. (1999). Pendugaan Erosi Pendekatan USLE (Universal Soil Loss Equation) Menggunakan SIG (Sitem Informasi Geografi) di Sub-DAS Criwdey, Bandung Skripsi Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian IPB Bogor

Mutchler, C. K., Murphree, C. E., & McGregor, K. C. (1988). Laboratory and field plots for soil erosion studies. Soil erosion research methods., 9-36.

NOVIANA, R. (2018). Prediksi Laju Erosi di Das Tanggul Menggunakan Metode Usle (Universal Soil Loss Equation) Berbasis Spasial.

Pamungkas, B., & Jatmiko, R. H. (2016). Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan Erosi Di DAS Serang Kabupaten Kulonprogo. Jurnal Bumi Indonesia, 5(1).

Rijaluddin, A. F., Wijayanti, F., & Haryadi, J. (2017). Struktur komunitas makrozoobentos di Situ Gintung, Situ Bungur dan Situ Kuru, Ciputat Timur. Jurnal Teknologi Lingkungan, 18(2), 139-147.

Soemarwoto, O. (1991). Ekologi lingkungan hidup dan pembangunan.

Suriawiria, U. (1986). Mikrobiologi air dan dasar-dasar pengolahan buangan secara biologis. Penerbit Alumni, Bandung.

Taslim, R. K., Mandala, M., & Indarto, I. (2019). Prediksi Erosi di Wilayah Jawa Timur: Penerapan USLE dan GIS. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 323-332.

Wijayanti, D. A., & Gunawan, T. (2017). Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh untuk Ekstraksi Parameter Laju Erosi-sedimentasi di Daerah Aliran Sungai Grindulu, Pacitan. Jurnal Bumi Indonesia, 6(2), 228844.

Wischmeier, W. H., & Smith, D. D. (1978). Predicting rainfall erosion losses: a guide to conservation planning (No. 537). Department of Agriculture, Science and Education Administration.

Y

usuf, S. M., Murtilaksono, K., & Lawaswati, D. M. (2020). Pemetaan sebaran erosi tanah prediksi melalui integrasi model USLE ke dalam Sistem Informasi Geografis. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 10(4), 594-606.


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/j%20sig.v4i1.830

Article metrics

Abstract views : 114 | views : 138

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Sains Informasi Geografi



Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. ISSN (online): 2614-1671

 

Indexing Site :

 

Web
Analytics JSIG StatCounter