Internalization of Akkarungeng Values in The Election of Regional Heads in The Community in Bone Regency

Suhartono Firman, Sukri Sukri, Ariana Ariana

Abstract


Internalization of akkarungeng values in the election of regional heads in the community in Bone Regency. Research method with qualitative approach. This article describes and analyzes the internalization of akkarungeng values in Bone Regency in the regional head election. The method used is a research method with the type of qualitative research. The approach used is a political science and juridical approach. The location of this research is Bone Regency, South Sulawesi, Indonesia with data collection techniques including observation, interviews and documentation. The data analysis technique includes three stages, namely data reduction, presentation and conclusion drawing. Validity testing is done by using data triangulation. The results of this study indicate the values of akkarungeng such as getteng, lempu, ada tongeng, sipakatau and temmapasilaingeng owned by a nobleman so that they are still chosen by the community to become a leader. The tendency of the nobility to then carry out a strategy to continue their leadership line by internalizing the values of akkarungeng in the children of noble descent so that they are able to take the sympathy of the community to become leaders in the community. In addition, support for access to education is also one of the supporters to get the intelligence and advice of their ancestors that makes them have the character of courage.


Keywords


Akkarungeng; Pilkada; Internalization; Nobility

Full Text:

PDF

References


Amir, M. (2018). Dinamika Budaya Politik Kerajaan Bone. Pangadereng: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(2), 237-254.

Irwan A. L, & Naping, H. (2020). Nilai-nilai lokal Budaya Bugis dalam praktik organisasi pemerintahan di Sinjai. Etnosia: Jurnal Etnografi Indonesia. 5(1). 174.

Azis, S. A. (2017). Nilai Kearifan Lokal Bugis Makassar Dalam Cerpen Panggil Aku Aisyah Karya Thamrin Paelori. Jurnal Konfiks, 4(1), 66-72.

Buchori, S., & Fakhri, N. (2018). Nilai-nilai kedamaian dalam perspektif suku Bugis dan Makassar. JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling, 2(1), 61-72.

Ernawati, E. (2019). Pasang Surut Kuasa Bangsawan dalam Proses Demokratisasi di Bone. GOVERNMENT: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1-14.

Hantoro, P. D. H. P. D. (2014). Etika dan kejujuran dalam berpolitik. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 4(2), 13-20.

Haris, R. (2017). Dinamika kelompok sosial budaya di Kota Makassar: Memudarnya stratifikasi sosial berbasis keturunan. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 19(2), 189-202.

Jaya. I, (2018). Tentang Raja Bone yang Memiliki Banyak Keturunan, (Online), (https://makassar.terkini.id/tentang-raja-bone-yang-memiliki-banyak-keturunan/, diakses 23 September 2020).

Kurniawati, R. D., & Mulyani, S. (2012). Daftar Nama Marga/Fam, Gelar Adat dan Gelar Kebangsawanan di Indonesia.

Maida, N. (2016). Pengasuhan anak dan budaya 3s (sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi) di perkotaan. In Prosiding Seminar Nasional Himpunan Sarjana Ilmu-ilmu Sosial 2. 327-334).

Mappangara, S. (1996). Kerajaan Bone abad XIX (Konflik Bone-Belanda 1816-1860) (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Mattulada. (1998). Sejarah, masyarakat, dan kebudayaan Sulawesi Selatan. Hasanuddin University Press.

Mursalim. (2020). Butir-butir dalam Falsafah Bugis: Getteng, Lempu, Ada tongneg, (Online), (https://bone.go.id/2020/12/27/butir-butir-dalam-falsafah-bugis-getteng-lempu-ada-tongeng/), diakses 23 Maret 2020.

Reynolds, A., Reily, B., & Ellis, A. (2016). Desain Sistem Pemilu: Buku Panduan Baru International IDEA. Terjemahan Noor Cholis. Jakarta: Yayasan perludem.

Roger Simon. 2010. Gagasan-Gagasan Politik Gramsci. INSIST. Yogyakarta. 22.

Rustan, A., & Cangara, H. (2011). Perilaku Komunikasi Orang Bugis dari Perspektif Islam. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 91-106.

Safitri, A., & Suharno, S. (2020). Budaya Siri’Na Pacce dan Sipakatau dalam Interaksi Sosial Masyarakat Sulawesi Selatan. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 102-111.

Sendari, A. A. (2019). Mengenal Jenis Penelitian Deskriptif Kualitatif pada Sebuah Tulisan Ilmiah. Diakses dari https://m. liputan6. com/hot/read/4032771/mengenal-jenis-penelitian-deskriptif-kualitatif-pada-sebuah-tulisan-ilmiah, tanggal, 4.

St Aisyah, A. (2019). Eksistensi Kaum Bangsawan dalam Birokrasi di Kabupaten Bone. Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science, 3(2), 83-91.

Tahir, M. M., Razak, F. H., & Nahruddin, Z. (2016). Keterlibatan Kaum Bangsawan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan. ARISTO, 5(1), 163-185.

Widianingsih, Y. (2017). Demokrasi dan pemilu di indonesia: suatu tinjauan dari aspek sejarah dan sosiologi politik. Jurnal signal, 5(2).

Yani, A. A. (2007). Budaya Politik Orang Bugis Dalam Dinamika Politik Lokal. Bugisnese Political Culture in Local Politics), Jurnal Masyarakat dan Budaya, Lembaga limu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 9(2), 7.


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/pjia.10.2.408-428.2021

Article metrics

Abstract views : 71 | views : 63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Publik (Jurnal Ilmu Administrasi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web
Analytics View Publik (Jurnal Ilmu Administrasi) Stats
 
Creative Commons License

Publik (Jurnal Ilmu Administrasi) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.