Development Failure Analysis Kungkuk Tourism Village (Case Study in Punten Village, Batu City)

Ira Indawati, Muhammad Kamil, Yana Safriyana Hijri

Abstract


This study aims to analyze the failure of the development of the Kungkuk Village Tourism Village in Punten Village, Batu City. Developing the tourism paradigm in Indonesia has made Tourism Villages a Trend in tourism development. Villages are required to manage and build village potential. However, in the implementation process, it often encounters obstacles such as lack of optimality and even failure in development. Researchers seek to see the role of actors and collaboration to form collaborations between government, private, community, academic, and media (Penta Helix) in developing Tourism Villages. The research method used is a qualitative method with a case study approach. The results showed that the failure of the development of the Kungkuk Village Tourism Village was triggered by a lack of support from the village government, and no village regulation provided an umbrella for the development of the Tourism Village. The strong sectoral ego triggers a low level of collaboration between the government, the private sector, the community, academia, and the media to develop Tourism Villages.


Keywords


Tourism Village; Development Failure; Pentahelix

Full Text:

PDF

References


Amir, A., Sukarno, T. D., & Rahmawati, F. (2020). Identifikasi Potensi dan Status Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Journal of Regional and Rural Development Planning, 4(2), 84–98. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2020.4.2.84-98

Aribowo, H., Wirapraja, A., & Putra, Y. D. (2018). Implementasi Kolaborasi Model Pentahelix Dalam Rangka Mengembangkan Potensi Pariwisata Di Jawa Timur Serta Meningkatkan Perekonomian Domestik. Jurnal Mebis (Manajemen Dan Bisnis), 3(1), 31–38. https://doi.org/10.33005/mebis.v3i1.21

Arida, I. N. S., & Pujani, L. K. (2017). Kajian Penyusunan Kriteria-Kriteria Desa Wisata Sebagai Instrumen Dasar Pengembangan Desawisata. Jurnal Analisis Pariwisata, 17(1), 1–9.

Budiyah, F. (2020). Implikasi Pengembangan Desa Wisata Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lokal Studi Kasus Di Desa Ketenger. Jurnal Ekonomi, Bisnis, Dan Akuntansi, 22(2), 182–190. https://doi.org/10.32424/jeba.v22i2.1594

Eka Krisna Yanti, A. A. I. (2021). Community Based Tourism dalam Menyongsong New Normal Desa Wisata Bali. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 7(1), 72. https://doi.org/10.23887/jkh.v7i1.31458

Fuqoha. (2021). Analisis Kebijakan Pemerintah Daerah Kota Cilegon Dalam Penetapan Desa Wisata Watu Lawang dalam konstitusi negara Republik Republik Indonesia melalui Presiden Joko Widodo Dalam sosialisasi yang dikemukakan pariwisata merupakan salah satu penting pemerinta. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (AsiAN), 9(1), 199–217.

Husni, A., & Safaat, S. (2019). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal Di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 6(1), 1. https://doi.org/10.24036/scs.v6i1.135

Ikasari, A. C. (2018). tinjauan model kerjasama daerah di kabupaten bekasi. Ilmiah Magister Ilmu Administrasi (JIMIA), 3(2), 102–122.

Jamalina, I. A., & Wardani, D. T. K. (2017). Strategi Pengembangan Ekowisata Melalui Konsep Community Based Tourism (Cbt) Dan Manfaat Sosial Dan Ekonomi Bagi Masyarakat Di Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 18(1), 71–85. https://doi.org/10.18196/jesp.18.1.4008

Junaid, I. (2020). Peran Masyarakat Dalam Mewujudkan Desa Wisata: Studi di Kampung Nelayan, Tanjung Binga, Kabupaten Belitung. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas Dan Perjalanan, 4(2), 60–71. https://doi.org/10.34013/jk.v4i2.47

Kirana, C. A. D., & Artisa, R. A. (2020). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Collaborative Governance di Kota Batu. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 6(1), 68–84. https://doi.org/10.26618/kjap.v6i1.3119

Marlina, N. (2019). Kemandirian masyarakat desa wisata dalam perspektif community based tourism: Studi kasus Desa Ketengger, Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 4(1), 17. https://doi.org/10.14710/jiip.v4i1.4735

Matthoriq, Zauhar, S., & Hermawan, R. (2021). Collaborative Governance dalam Tata Kelola Pariwisata-Desa ( Studi Pariwisata-Desa “Bumiaji agrotourism” di Kota Batu. JIAP Vol 7, No 1, Pp 20-29, 2021, 7(1), 20–29.

Nurmayasari, D. (2017). Strategi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dalam Pengembangan Pariwisata Di Desa Canggu Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Publika, 5(1), 1–7.

Pusparani, P., & Rianto, R. (2021). Implementasi Konsep Pentahelix Dalam Pengembangan Desa Wisata Cibuntu. Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata, 4(1), 21–27. https://doi.org/10.32528/sw.v4i1.5389

Rizkiyah, P., Liyushiana, L., & Herman, H. (2019). Sinergitas Pentahelix Dalam Pemulihan Pariwisata Pasca Bencana Erupsi Gunung Api Sinabung Di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Jurnal IPTA, 7(2), 247–256. https://doi.org/10.24843/ipta.2019.v07.i02.p15

Roziqin, A., & Syarafina, Z. (2021). Tourism village development study: Lesson learned from Flory Village, Sleman Regency, Yogyakarta. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 34(2), 173. https://doi.org/10.20473/mkp.v34i22021.173-183

Saepudin, E., Budiono, A., & Halimah, M. (2019). Pengembangan Desa Wisata Pendidikan Di Desa Cibodas Kabupaten Bandung Barat. Sosiohumaniora, 21(1), 1. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v21i1.19016

Saputri, F. W., Efendi, N., & Nugeraha, P. (2020). Model Pengembangan Pariwisata Talang Indah Fajaresuk Kabupaten Pringsewu. Jurnal Kompetitif Bisnis, 1(1), 1–7.

Vani, R. V., Priscilia, S. O., & Adianto, A. (2020). Model Pentahelix Dalam Mengembangkan Potensi Wisata di Kota Pekanbaru. Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 8(1), 63–70. https://doi.org/10.31289/publika.v8i1.3361

Wahyuni, D. (2018). Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul. Aspirasi, 9(1), 83–100. http://jurnal.dpr.go.id/index.php/aspirasi/index

Yusuf Adam Hilman, D. H. (2018). mekanisme penetapan desa wisata di kabupaten ponorogo. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 3(February), 295–305.


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/pjia.10.2.267-280.2021

Article metrics

Abstract views : 240 | views : 138

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Publik (Jurnal Ilmu Administrasi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web
Analytics View Publik (Jurnal Ilmu Administrasi) Stats
 
Creative Commons License

Publik (Jurnal Ilmu Administrasi) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.