HUBUNGAN RIWAYAT ANTENTAL CARE DAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING

 Akhmad Khozin Marzuki, Sri Andriani Ibrahim, Cindy Puspita Sari Haji Jafar

Abstract


Faktor terjadinya stunting dipengaruhi oleh riwayat antental care dan status ekonomi keluarga. Pemeriksaan antental care tidak sesuai standar serta kurangnya pendapatan keluarga, hal ini dapat mempengaruhi kejadian Stunting pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dengan kejadian Stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan cross-sectional pendekatan analisis retrospektif. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dan variabel dependen kejadian stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan populasi 2.895 responden dan  sampel sebanyak 96 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji Chi-Square untuk analisa data dengan hasil p-value 0,000 yang artinya ada hubungan antara riwayat antental care dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo dan hasil p-value 0,001 yang artinya ada hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat antental care dan status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Puskesmas Limboto dalam meningkatkan upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan antental care pada ibu hamil dan merencanakan kehamilan serta keluarga dapat memanajemen pengelolaan keuangan dalam meningkatkan status gizi pada anak.

The factors of stunting are influenced by the history of antenatal care and family economic status. Antenatal care examinations are not in accordance with standards and lack of family income, this can affect the incidence of Stunting in children. The purpose of this study was to determine the relationship between the history of antenatal care and family economic status with the incidence of Stunting in the work area of the Limboto Health Center, Gorontalo Regency. This study used a correlation analytic design with a cross-sectional retrospective analysis approach. The variables in this study consisted of independent variables of antenatal care history and family economic status and the dependent variable of stunting incidence. The sampling technique used purposive sampling with a population of 2,895 respondents and a sample of 96 respondents. The instruments in this study used questionnaires and Chi-Square tests for data analysis with a p-value of 0.000, which means there is a relationship between the history of antenatal care and the incidence of stunting in the work area of the Limboto Health Center, Gorontalo Regency and a p-value of 0.001, which means there is a relationship between family economic
status and the incidence of stunting in the work area of the Limboto Health Center, Gorontalo Regency. In conclusion, there is a significant relationship between antenatal care history and family economic status with the incidence of stunting in the working area of Limboto Health Center, Gorontalo Regency. Therefore, this study is expected to be a reference for Limboto Health Center in improving health promotion efforts to increase awareness of the importance of antenatal care examinations for pregnant women and planning pregnancy and families can manage financial management in improving nutritional status in children.


Keywords


Antental care; Status Ekonomi; Stunting

Full Text:

PDF

References


Peraturan Presiden RI, “Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.” Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta, hal. 2, 2021.

J. Deviana, “Permasalahan Stunting di Indonesia dan Penyelesaiannya.” Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Jakarta, 2023. Diakses: 9 Agustus 2024. [Daring]. Tersedia pada: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pontianak/baca-artikel/16261/Permasalahan-Stunting-di-Indonesia-dan-Penyelesaiannya.html#:~:text=Di Indonesia%2C berdasarkan data Asian,10 di wilayah Asia Tenggara.

Kementerian Kesehatan RI, “Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Dalam Angka.” Kemenkes - BKPK SKI. Jakarta, hal. 390, 2023.

Kementerian Kesehatan RI, “Stunting di Indonesia dan Faktor Determinan,” Lap. Temat. Ski 2023, vol. Bab 4, hal. 45–65, 2023.

Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu 2020 Ed.3, vol. III, no. 3. Kementerian Kesehatan RI.Jakarta, 2020. [Daring]. Tersedia pada: https://repository.kemkes.go.id/book/147

S. Priyanti, D. Irawati, dan A. D. Syalfina, “Frekuensi Dan Faktor Risiko Kunjungan Antenatal Care,” J. Ilm. Kebidanan (Scientific J. Midwifery), vol. 116, no. 1, hal. 132–138, 2020, doi: 10.1016/j.appet.2017.04.033.

M. S. Saleh, Pendidikan Kesehatan Sekolah, vol. 19, no. 5. Jawa Tengah: EUREKA MEDIA AKSARA, 2023.

K. D. Sari, M. Murwati, dan D. A. Umami, “Hubungan Usia Dan Tingkat Pendidikan Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care Di Puskesmas Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang Tahun 2023,” J. Multidisiplin Dehasen, vol. 2, no. 4, hal. 735–742, 2023, doi: 10.37676/mude.v2i4.4835.

N. Nurrahmaton, P. Nasution, dan B. Santika, “Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Era Covid 19 di Klinik Madina Tahun 2022,” J. Bidan Mandiri, vol. 1, no. 1, hal. 12–23, 2023, doi: 10.33761/jbm.v1i1.882.

P. A. Wiratmo, Lisnadiyanti, dan N. Sopianah, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Antenatal Care Terhadap Perilaku Antenatal Care,” CoMPHI J. Community Med. Public Heal. Indones. J., vol. 1, no. 2, hal. 67–76, 2020, doi: 10.37148/comphijournal.v1i2.14.

E. Asmin, A. B. Mangosa, N. Kailola, dan R. Tahitu, “Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care Di Puskesmas Rijali Tahun 2021,” J. Epidemiol. Kesehat. Komunitas, vol. 7, no. 1, hal. 458–464, 2022, doi: 10.14710/jekk.v7i1.13161.

R. S. P. Putra, N. D. M. S. Diwyarthi, S. P. Aji, D. Sayati, Abdurohim, dan S. Wulan, Ekonomi dan Kesehatan. Padang, Sumatra Barat: PT GLOBAL EKSEKUTIF TEKNOLOGI, 2022.

R. F. Putri, D. Sulastri, dan Y. Lestari, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang,” J. Kesehat. Andalas, vol. 3, no. 2, hal. 262–275, 2024, doi: 10.55123/sehatmas.v3i2.3283.

S. D. Sari dan V. T. Zelharsandy, “Hubungan Pendapatan Ekonomi Keluarga dan Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Kejadian Stunting,” J. Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan, vol. 9, no. 2, hal. 108–113, 2022, doi: 10.37402/jurbidhip.vol9.iss2.200.

A. Candra, Epidemiologi Stunting. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang, 2020. [Daring]. Tersedia pada: https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awrxw_53QaJhPmUA3w_LQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzQEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1638052344/RO=10/RU=http%3A%2F%2Feprints.undip.ac.id%2F80670%2F1%2FBuku_EPIDEMIOLOGI_STUNTING_KOMPLIT.pdf/RK=2/RS=BFSY8aq0Lx1bha7MtII8PgwQwYU-

H. M. Hikmah et al., “Permasalahan Anak Pendek (Stunting),” J. Pengabdi. Mandiri, vol. 33, no. 1, hal. 1–12, 2022.

T. Siswati, Stunting Husada Mandiri. Husada Mandiri. Yogyakarta, 2018. [Daring]. Tersedia pada: http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/5206/2/buku stunting lengkap.pdf

P. P. Rahayu dan Casnuri, “Perbedaan Risiko Stunting Berdasarkan Jenis Kelamin,” Semin. Nas. UNRIYO, vol. 1, no. 1, hal. 135–139, 2020.

Liana, Kunjungan Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Bandar Publishing. Banda Aceh, 2019.

A. Hapsari, Y. Fadhilah, dan H. E. Wardani, “Hubungan Kunjungan Antenatal Care Dan Berat Badan Lahir Rendah Terhadap Kejadian Stunting di Kota Batu,” J. Ilmu Kesehat., vol. 5, no. 2, hal. 114, 2022.

N. Fentiana, F. Tambunan, dan D. Ginting, “Stunting, Pemeriksaan Kehamilan Dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Ibu Hamil Di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2013,” J. Keperawatan Suaka Insa., vol. 7, no. 2, hal. 133–138, 2022, doi: 10.51143/jksi.v7i2.351.

H. Puspitasari, A. D. Nastiti, dan D. Hadayani, “Antenatal Care ( ANC ) as an Early Health Detection Program for Pregnant Women,” vol. 02, no. 02, hal. 83–91, 2024.

E. Fitriami dan A. V. Galaresa, “Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Aplikasi Android Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Ibu,” Citra Delima Sci. J. Citra Int. Inst., vol. 5, no. 2, hal. 78–85, 2021, doi: 10.33862/citradelima.v5i2.258.

A. Hidayah, Y. Siswanto, dan K. D. Pertiwi, “Riwayat Pemberian MP-ASI dan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita,” J. Penelit. dan Pengemb. Kesehat. Masy. Indones., vol. 2, no. 1, hal. 76–83, 2021, doi: 10.15294/jppkmi.v2i1.47526.

I. M. Indra et al., Ekonomi Kesehatan. Tahta Media Group, 2022.

L. Agustin dan D. Rahmawati, “Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Stunting,” Indones. J. Midwifery, vol. 4, no. 1, hal. 30, 2021, doi: 10.35473/ijm.v4i1.715.

S. Handayani, “Korelasi Pendapatan Keluarga Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Stunting,” J. TSJKeb, vol. 15, no. 1, hal. 37–48, 2024.

M. N. Ahnafani, M. Ariani, U. H. Fetriyah, P. Joae, dan B. Nito, “Hubungan status ekonomi dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada balita,” vol. 18, no. 8, hal. 988–1000, 2024.

A. Sulistyawati, “Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita,” J. Keperawatan Bunda Delima, vol. 5, no. 1, hal. 46–51, 2023, doi: 10.59030/jkbd.v5i1.68.


DOI: http://dx.doi.org/10.31314/zijk.v13i2.4969

Article metrics

Abstract views : 161 | views : 112

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
 Publisher:

Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo  Jl. Prof Mansoer Pateda Ds Pentadio Timur Kec. Telaga Biru Kab. Gorontalo